Kamis, 31 Januari 2008

Negara Ideal Plato

Negara Ideal Plato
Plato mengatakan bahwa negara yang ideal harus berdasar keadilan. Keadilan ini tercapai apabila tiap-tiap orang melakukan pekerjaannya. Berhubungan dengan pekerjaan, Plato membagi dalam penduduk dalam tiga golongan. Golongan terbawah adalah rakyat jelata. Kerja mereka adalah menghasilkan kebutuhan sehari-hari bagi ketiga golongan. Mereka tidak boleh turut dalam pemerintahan tetapi boleh mempunyai hak milik, harta, rumah tangga sendiri, dan hidup dalam rumah masing-masing. Penekanan pendidikan pada golongan ini adalal budi yang pandai menguasai diri.
Golongan tengah adalah penjaga. Tugas mereka mempertahankan serangan dari musuh dan menegagakkan undang-undang. Mereka tidak boleh memiliki harta perseorangan dan keluarga karena hidup dalam sistem komunisme termasuk dalam hal perempuan dan anak-anak. Anak-anak yang lahir dipelihara oleh negara. Mereka mengaku semua penjaga sebagai bapak begitu pula sikap terhadap ibu. Laki-laki dan perempuan mendapat pendidikan yang sama juga kesempatan untuk menjadi penjaga. Keberanian adalah budi yang dituntut golongan ini.
Golongan paling atas adalah pemerintah atau filosof. Mereka adalah orang-orang terpilih dari kelas penjaga setelah melewati proses khusus. Tugas mereka adalah membuat undang-undang dan mengawasi pelaksanaannya. Selain itu, waktu luang yang dimiliki digunakan untuk memperdalam filosifi dan pengetahuan tentang idea kebaikan sehingga memperoleh kesempurnaan budi kebijaksanaan.
Ketiga macam budi ( bijaksana, berani, dan menguasai diri) dapat menyelenggarakan budi yang keempat bagi masyarakat yaitu keadilan. Untuk mewujudkan gagasan ini maka Plato membentuk metode pendidikan. Setelah umur 10 tahun anak-anak memperoleh pendidikan dasar senam dan musik ditambah membaca, menulis, berhitung seperlunya. Senam menyehatkan badan dan pikiran dan musik yang diberikan pada umur 14-16 tahun menanamkan jiwa pada perasaan halus. Kedua hal ini adalah landasan yang baik untuk menghidupkan rasa keadilan. Pelajaran matematika (mendidik pikiran)diberikan pada umur 16-18 tahun dengan disertai dasar agama serta sopan santun (percaya pada Tuhan dan persatuan). Untuk menumbuhkan kesediaan berkurban dan keberanian menantang maut maka diberi pendidikan militer usia 18-20 tahun. Setelah usia 20 tahun inilah mulai diadakan seleksi selama 15 tahun untuk terpilih duduk dalam jabatan pemerintahan atau filosof.
Banyak pengarang yang berpendapat bahwa negara ideal Plato adalah suatu sistem sosialisme. Padahal pelaksanaan prinsip komunisme sendiri hanya pada golongan penjaga yang 5% dari penduduk. Negara ideal hanya negara sosial yang berusaha menghilangkan kemiskinan dan menegakkan keadilan.

Tidak ada komentar: